Jumat, 04 Maret 2011

Tentang Jalan Sempit Dan Berlubang

Hanya sebuah benda kecil yang terjatuh dari atap sana

hanya selembar lukisan seniman gagal yang sobek terkena air

ini hanya tangisan anak kecil yang dirampas mainannya

ini bukan apa-apa ...



tentang sebuah impian yang hanyut oleh pusaran kekuasaan

tentang seuntai harapan yang diporak-porandakan kenikmatan

tentang secuil kesenangan yang hilang ditelan arus kewibawaan

hanya itu ...


terlalu terjal memang

terlalu berliku

sempit dan berlubang

tapi inilah jalan kita

ini yang mereka ajarkan dari dulu

cerita ini yang sering mereka bacakan sebelum kita terlelap


menjadi pelanjut tradisi

penebar ketakutan dan menghantui Para Penjilat-Penjilat itu

akhhh sebuah semangat hidup yang ironis


aku tidak akan heran

kalau saja makamku tidak ditaburi bunga

hanya disirami air mata kemunafikan

hanya ditemani Malaikat Maut yang sibuk menghitung


"maka merugilah Mereka yang menyesali kepergian seorang Pecundang"



tentang impian yang kosong

tentang harapan yang semu

tentang kesenangan yang hilang


maka belajarlah melihat

biarkan kerasnya hidup yang mengajarimu

tentang berjalan

tentang berlari

tentang semua yang ingin kau ketahui ...



TabE_alim malkab

Makassar-
26 September 2007-26 September 2009

Selasa, 01 Maret 2011

Tanpa Judul

Aktualisasi wacana ke Aksi memang bukan hal yg mudah dalam pertarungan hidup.
spirit inofasi mesti terukir dalam dan tajam demi sebuah dialektika proses kematangan.
kapan dan dimana akan meledaknya ?
mungkin tergantung gmana melakukan eksplorasi,internalisasi dan implementasi atas pengalaman yang pernah dilalui dalam mengelaborasi setiap fakta.
nikam dari belakang,penjilatan,penghianatan dan setiap tindakan yang berujung kapada sebuah "demoralisasi" sudah terlalu usang untuk diperdebatkan benar salahnya.
semua akan mentok kepada kemerdekaan hidup dalam menciptakan konfigurasi kepentingan.

"sebuah fenomenologi yang memuakkan"
gimana menghindarinya ?
ruang dan waktu Anda yang mungkin menjawabnya.
_maka mati lebih berarti dari pada hidup namun akal dan jiwa terpenjara_
"semuanya hanya proses Dinda",kata salah seorang Senior.
AHHHHHH.........sampai kapan.